banner 728x250

SMAN 2 Tanggul Luncurkan Program SIKAP, Dorong Sekolah di Jember Menjadi Pusat Inovasi Ketahanan Pangan Nasional

Jember, Atapberita-i.news – SMAN 2 Tanggul secara resmi meluncurkan program inovatif bertajuk SIKAP (Sinergi Inovasi Ketahanan Pangan) sebagai langkah strategis dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional berbasis pendidikan. Program ini diharapkan mampu menjadikan sekolah-sekolah di Kabupaten Jember sebagai pusat inovasi yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Kamis, 02 April 2026

Peluncuran program SIKAP ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Gubernur yang menitikberatkan pada pemberdayaan sektor pendidikan dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan. Melalui pendekatan kolaboratif, SIKAP mendorong keterlibatan aktif siswa, guru, serta masyarakat sekitar dalam mengembangkan inovasi berbasis pertanian, teknologi, dan kewirausahaan.

Dalam lahan Program SIKAP di laksanakan belakang pos satpam sekolah, yang akan dikembangkan dengan tanaman buah, TOGA, serta penguatan urban farming. Sebelumnya, SMAN 2 Tanggul telah melaksanakan urban farming berupa budidaya lele berbasis IoT dan tanaman sawi aquaponik dengan sistem penyiraman otomatis sebagai bukti kesiapan sekolah.

“Kepala Sekolah SMAN 2 Tanggul, Siswo Suryono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program SIKAP menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan pendidikan dengan kebutuhan riil masyarakat. “Program ini bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi bagaimana siswa mampu menciptakan solusi nyata. SIKAP hadir sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program SIKAP, Haidar Manaf Nasution, S.Kom.,menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong inovasi berbasis teknologi dan praktik langsung di lapangan. ” Kami ingin membangun ekosistem inovasi di sekolah yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga dapat menjadi model nasional. SIKAP menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia,” jelasnya.

SMA Negeri 2 Tanggul mengembangkan inovasi aquaponik sebagai bagian dari Program SIKAP. Sistem ini memadukan budidaya ikan dan tanaman hidroponik dalam satu siklus berkelanjutan. Limbah dari kolam ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman, sehingga tercipta sirkulasi yang efisien dan ramah lingkungan

Menurut Siswa-siswi, aquaponik yang dikembangkan juga menjadi penerapan pembelajaran berbasis STEM, yakni Science, Technology, Engineering, Mathematics, dan Art. Sistem pemberian pakan ikan telah diatur secara otomatis, dilengkapi dengan pengontrol kualitas air, termasuk kadar zat terlarut dan pH, yang berpengaruh pada pertumbuhan ikan dan tanaman.

Melalui program ini, SMAN 2 Tanggul bersama sekolah-sekolah lain di Jember akan mengembangkan berbagai kegiatan seperti urban farming, pengolahan hasil pertanian, riset sederhana berbasis siswa, hingga penguatan kewirausahaan berbasis pangan lokal.

Diharapkan, program SIKAP mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu strategis nasional, khususnya ketahanan pangan. Dengan sinergi yang kuat antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, Jember berpotensi menjadi pionir dalam pengembangan inovasi ketahanan pangan berbasis pendidikan di Indonesia.

Melalui Program SIKAP, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember menargetkan sekolah menjadi pusat edukasi dan inovasi ketahanan pangan yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

 

Pewarta : Abdurrahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *